Kunyit yang kita kenal adalah sebagai tanaman obat dan sebagai bumbu dapur, tetapi tidak semua orang tahu bagai mana cara membudidayakan tanaman kunyit tersebut. Berikut adalah Teknik Cara Budidaya Tanaman Kunyit, semoga menambah pengetahuan kita, khususnya saya pribadi.
1. SEJARAH SINGKAT KUNYIT
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak & bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur & liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum & Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sbg Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, & sedikit pedas, tetapi tdk beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), & Filipina.
Cara Budidaya Tanaman Kunyit
2.1 Klasifikasi
- Divisio : Spermatophyta.Sub-diviso : Angiospermae
- Kelas : Monocotyledoneae
- Ordo : Zingiberales
- Famili : Zungiberaceae
- Genus : Curcuma
- Species : Curcuma domestica Val.
2.2 Deskripsi
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dgn tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dgn warna hijau kekuningan & tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm & pertulangan menyirip dgn warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut & bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dgn mahkota sekitar 3 cm & lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung & pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.
3. MANFAAT TANAMAN KUNYIT
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sbg ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, & menyembuhkan kesemutan. Manfaat utamatanaman kunyit, yaitu: sbg bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu & kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sbg anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, & menurunkan kadar lemak darah & kolesterol, serta sbg pembersih darah.
4. SENTRA PENANAMAN KUNYIT
Di Indonesia, sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah, dgn produksi mencapai 12.323 kg/ha. Di India, Srilanka, Cina, Haiti, & Jamaika dgn produksi mencapai > 15 ton/ha.
5. SYARAT PERTUMBUHAN KUNYIT
- Iklim.
- Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang, sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan.
- Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun, maka system pengairan harus diusahakan cukup & tertata baik. Budidaya Kunyit dptdibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
- Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30°C.
- Media Tanam
- Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dgn baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.
- Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dgn bahan organik tinggi, tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
- Ketinggian Tempat : Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.
Cara Budidaya Tanaman Kunyit
- Pembibitan
- Persyaratan Bibit : Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak & hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, & warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).
- Penyiapan Bibit : Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran & dgn berat yang seragam serta utk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dgn abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dgn larutan fungisida (benlate & agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dgn berat antara 20-30 gram & panjang 3-7 cm.
- Teknik Penyemaian Bibit.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dgn cara : mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan, dgn penyiraman 2 kali sehari (pagi & sore hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C. & merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) & larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dgn jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
- Pemindahan Bibit Kunyit: Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tdk rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dgn hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu utk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dgn lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab & segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.
- Pengolahan Media Tanam
- Persiapan Lahan : Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan utk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
- Pembukaan Lahan : Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma & dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil & sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap & bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.
- Pembentukan Bedengan : Lahan kemudian dibedeng dgn lebar 60-100 cm & tinggi 25-45 cm dgn jarak antar bedengan 30-50 cm.
- Pemupukan (sebelum tanam) : utk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah, drainase, & aerasi yang lancar, dilakukan dengan.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam & dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.
- Teknik Penanaman : Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.
- Penentuan Pola Tanaman : Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dgn arah mata tunas menghadap ke atas.Tanaman kunyit ditanam dgn dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dgn pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan & pemanenan dilakukan dgn dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.
- Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dgn ukuran lubang 30 x 30 cm dgn kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
- Cara Penanaman : Teknik penanaman dgn perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan & vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.
- Perioda Tanam : Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.
- Pemeliharaan Tanaman
- Penyulaman : Apabila ada rimpang kunyit yang tdk tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar & sehat.
- Penyiangan : Penyiangan & pembubunan perlu dilakukan utk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara & mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dgn pemupukan & penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan & bersamaan dgn ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar & tanah tetap gembur.
- Pembubunan : Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan utk menimbun kembali daerah perakaran dgn tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat utk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur & bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.
- Pemupukan :
- Pemupukan Organik : Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, & luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dgn populasi kunyit160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.
- Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman),tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. dgn pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dgn pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dgn ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
- Pengairan & Penyiraman : Tanaman kunyit termasuk tanaman tdk tahan air. Oleh sebab itu drainase & pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak.membusuk. Perbaikan drainase baik utk melancarkan & mengatur aliran air serta sbg penyimpan air di saat musim kemarau.
- Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
- Pemulsaan : Sedapat mungkin pemulsaan dgn jerami dilakukan diawal tanam utk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tdk gembur/padat) & mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.
7. HAMA & PENYAKIT
Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.). Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu & lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.
B. Penyakit
Karat daun kunyit. Penyebab : Taphrina macullans Bult & Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/ daun yang tua maka tdk akan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Pengendalian: Dilakukan dgn mengurangi kelembaban;Penyemprotan insektisida, seperti dgn agrotion 2 cc/liter atau dgn fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.
Gulma : Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.
Pengendalian hama/penyakit secara organik : Dalam pertanian organik yang tdk menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dgn bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yang dikenal dgn PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:
- Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama & penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
- Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
- Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama & penyakit.
- Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dgn tenaga manusia.
- Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dgn pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
- Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan & tdk menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.
Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.
Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sbg pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:
- Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin utk insektisida kontak sbg fumigan atau racun perut. Aplikasi utk serangga kecil misalnya Aphids.
- Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sbg insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dgn semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
- Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yang mengandung rotenone utk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan & semprotan.
- Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
- Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sbg insektisida & larvasida.
- Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga danpembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.
8. PANEN
- Ciri & Umur Panen : Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar & lebih banyak bila dibandingkan dgn masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dgn berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun & batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).
- Cara Panen : Pemanenan dilakukan dgn cara membongkar rimpang dgn cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang & daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tdk rusak.
- Periode Panen : Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.
- Perkiraan Hasil Panen : Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.
9. PASCAPANEN.
- Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, & gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dgn air bersih, jika perlu disemprot dgn air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yang terkandung didalam tdk larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
- Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dgn pisau stainless steel & alasi bahan yang akan dirajang dgn talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dgn ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dgn mesin pemotong.
- Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dgn 2 cara, yaitu dgn sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dgn sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tdk saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 o C - 60 o C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tdk saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan
- Penyortiran Kering : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dgn cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini
(untuk menghitung rendemennya). - Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
- Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tdk lembab & suhu tdk melebihi 30 o C & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tdk bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang.
Kata Terkait Cara Budidaya Tanaman Kunyit : daun kunyit, curcuma longa, kegunaan kunyit, kunyit asem, kunyit dan manfaatnya, budidaya kunyit, gambar kunyit, fungsi kunyit, nama latin kunyit, kandungan kunyit, kunyit asam, klasifikasi kunyit, Kunyit Putih, manfaat kunyit putih, khasiat kunyit putih, kunyit putih, Manfaat, manfaat kunyit untuk kesehatan, manfaat kunyit, tumbuhan kunyit, kunyit pdf, Khasiat, khasiat kunyit untuk kesehatan, khasiat kunyit asam, khasiat kunyit, jamu kunyit, jamu kunyit asam, tanaman kunyit.
Nama daun binahong mungkin masih terasa sangat asing terdengar di telinga, namun siapa sangka daun hijau berbentuk love ini yang namanya tidak terlalu dikenal ternyata memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan.
Tanaman merambat dari daratan Korea yang memiliki nama ilmiah Anredera cordifolia ini akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia karena banyak manfaat yang dikandungnya untuk mengobati berbagai macam penyakit berat maupun ringan.
Lalu kandungan nutrisi apa sajakah yang terkandung dalam daun binahong sehingga daun ini disebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit? Daun binahong memiliki kandungan berbagai senyawa kimia seperti saponin, minyak atsiri, asam olenolik, dan polifenol yang cukup tinggi. Kandungan senyawa-senyawa kimia dalam daun binahong ini diketahui memiliki beberapa mafaat bagi kesehatan seperti sebagai zat antoksidan serta sebagai penguat imun tubuh.
Sebenarnya bukan hanya bagian daunnya saja yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan ini, bagian batang dan umbi binahong juga sudah dimanfaatkan sebagai ramuan penyembuhan sejak ribuan tahun lalu di negeri asalnya, yaitu negri Korea.
Berikut adalah beberapa manfaat daun dan bagian lain dari tumbuhan binahong untuk kesehatan serta cara pengolahannya.
Cara pemakaian daun binahong untuk luka luar cukup mudah, anda hanya tinggal menumbuk daun ini sampai halus lalu tempelkan pada daerah luka.
Selain dua manfaat daun binahong untuk gangguan kesehatan ringan diatas, beberapa penyakit dan gangguan kesehatan lain juga dapat disembuhkan dengan daun binahong, seperti:
Anda dapat mengolah daun binahong dengan berbagai cara untuk meredakan penyakit-penyakit diatas:
seperti direbus dan diambil airnya, dikunyah langsung, atau diblender. Untuk dosisnya sendiri, silahkan gunakan 5-10 lembar daun binahong dalam 1-2 gelas air putih. Usahakan untuk mengkonsumsi ramuan daun binahong yang anda buat rutin sehari sekali agar khasiatnya cepat kelihatan. Selain itu jika tidak ingin repot, anda dapat membeli produk jadi dari olahan daun binahong dalam bentuk teh atau kapsul binahong.
Demikianlah uraian berita manfaat daun binahong, yangsangat berguna untuk kesehatan dan perawatan pada wajah.
Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat untuk anda semua,,,,,.....
Endy Nugroho
07.34
New Google SEO
Bandung, IndonesiaTanaman merambat dari daratan Korea yang memiliki nama ilmiah Anredera cordifolia ini akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia karena banyak manfaat yang dikandungnya untuk mengobati berbagai macam penyakit berat maupun ringan.
Lalu kandungan nutrisi apa sajakah yang terkandung dalam daun binahong sehingga daun ini disebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit? Daun binahong memiliki kandungan berbagai senyawa kimia seperti saponin, minyak atsiri, asam olenolik, dan polifenol yang cukup tinggi. Kandungan senyawa-senyawa kimia dalam daun binahong ini diketahui memiliki beberapa mafaat bagi kesehatan seperti sebagai zat antoksidan serta sebagai penguat imun tubuh.
Sebenarnya bukan hanya bagian daunnya saja yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan ini, bagian batang dan umbi binahong juga sudah dimanfaatkan sebagai ramuan penyembuhan sejak ribuan tahun lalu di negeri asalnya, yaitu negri Korea.
Berikut adalah beberapa manfaat daun dan bagian lain dari tumbuhan binahong untuk kesehatan serta cara pengolahannya.
- Mempercepat penyembuhan luka
Cara pemakaian daun binahong untuk luka luar cukup mudah, anda hanya tinggal menumbuk daun ini sampai halus lalu tempelkan pada daerah luka.
- Menjaga kesehatan wajah
Selain dua manfaat daun binahong untuk gangguan kesehatan ringan diatas, beberapa penyakit dan gangguan kesehatan lain juga dapat disembuhkan dengan daun binahong, seperti:
- Ambien (wasir).
- Gangguan sakit kepala.
- Gatal-gatal.
- Menjaga daya tahan tubuh.
- Diare.
- Susah Buang air besar.
- Flu tulang.
- Usus bengkak.
- Sesak nafas.
- Darah rendah.
- Kolesterol tinggi.
- Gangguan kesehatan pasca operasi dan melahirkan.
- Diabetes.
- Maag.
- Asam urat, encok, dan pegal linu.
Anda dapat mengolah daun binahong dengan berbagai cara untuk meredakan penyakit-penyakit diatas:
seperti direbus dan diambil airnya, dikunyah langsung, atau diblender. Untuk dosisnya sendiri, silahkan gunakan 5-10 lembar daun binahong dalam 1-2 gelas air putih. Usahakan untuk mengkonsumsi ramuan daun binahong yang anda buat rutin sehari sekali agar khasiatnya cepat kelihatan. Selain itu jika tidak ingin repot, anda dapat membeli produk jadi dari olahan daun binahong dalam bentuk teh atau kapsul binahong.
Demikianlah uraian berita manfaat daun binahong, yangsangat berguna untuk kesehatan dan perawatan pada wajah.
Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat untuk anda semua,,,,,.....
Manfaat Sambiloto dan segala Khasiat Daun Sambiloto
![]() |
| Sambiloto (Andrographis paniculata) |
adalah sejenis tanaman herba dari famili Acanthaceae, yang berasal dari
India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya,
seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua
Amerika. tumbuhan sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa
terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter.
Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke
selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian
ditemukan Jawa. Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700
meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan
2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius.
Kelembaban yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama. Nama daerah untuk sambiloto antara lain:
- sambilata (Melayu);
- ampadu tanah (Sumatera Barat);
- sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah);
- ki oray (Sunda);
- pepaitan (Madura),
- nama asingnya Chuan xin lien.
Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba, namun hanya sedikit yang
berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis paniculata
(sambiloto). Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide,
yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik. Senyawa kimia yang
rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911.
Andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan
terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan
parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim
metabolik tertentu. Sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis.
![]() |
| tumbuhan Sambiloto |
Ayurveda adalah salah satu sistem pengobatan India kuno yang
mencantumkan sambiloto sebagai herba medis, dimana sambiloto disebut
dengan nama Kalmegh pada Ayurveda.
Selain Manfaat dan Khasiat melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan
pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya,
yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent
kinase 4).
Manfaat duan sambiloto dapat mengatasi hepatitis, infeksi saluran
empedu,disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel
(tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas
(bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga
tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi,demam, malaria,kencing nanah
(gonore), kencing manis (DM), TB paru, skrofuloderma, batuk rej an
(pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus
hansen = lepra), leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe
bongkrek, makanan laut, kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan
anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas),
serta tumor paru.
Cara Pemakaian Daun Sambiloto :
- keringkan terlebih dahulu daun sambiloto sebanyak 10-20g, bisa direbus atau digiling hingga halus lalu diseduh, minum 3-4 kali sehari atau 4-6 tablet apabila serbuk yang halus tadi dimasukan ke dalam kapsul.
- untuk mengobati kanker digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet.
- Untuk pemakaian luar, daun segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.
Manfaat Daun Sambiloto Untuk Kesehatan Dan Tata Cara Pemakaiannya:
- Tifoid. Daun sambiloto segar sebanyak 10 – 15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari
- Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
- Disentri Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3 – 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.
- Influenza, sakit kepala, demam Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 – 4 kali sehari.
- Demam Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.
- TB paru Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 – 3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.
- Batuk rejan (pertusis), darah tinggi Daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.
- Radang paru, radang mulut, tonsilitis Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.
- Faringitis Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.
- Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi Herba sambiloto segar sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.
- Kencing manis Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.
- Tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga air rebusan yang tersisa di perkirakan tinggal 1 gelas lalu diminum air rebusannya.
- Radang tenggorokan dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih hingga air rebusan yang tersisa di perkirakan tinggal 1 gelas lalu diminum air rebusannya. Bila ada dapat di tambahkan dengan 3-5 lembar daun sirih merah.
- Gigitan ular berbisa atau sengatanbinatang berbisa lainnya, Daun sambiloto dikunyah, airnya di telan dan sisanya di tempelkan pada luka terkena
- obat malaria. genggam daun sambilito direbus dengan 4 cangkir air sampai airnya tinggal separuh diminum setengah gelas 3 kali sehari.
demikian Manfaat Sambiloto dan segala Khasiat Daun Sambiloto, semoga bermanfaat.
Manfaat Teh dan segala khasiatnya
![]() |
| kebon teh |
Sejak dulu teh memang terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.
Dengan meminum teh dapat membuat tubuh lebih relaks dalam menjalani
aktivitas. Teh dapat dikonsumsi dengan berbagai cara,diseduh dengan air
panas atau ditambah dengan es, sama nikmatnya. Bahkan ada jenis daun teh
yang dapat dimakan.
Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh (
Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai
legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen
Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak
air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari
ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup
ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan
sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi
teh.
Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai
daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol,
kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi
kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.
Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol
yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut
fermentasi. Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal empat macam jenis
teh, yaitu:
![]() |
| manfaat teh hitam |
Teh hitam (black tea)
Teh hitam mudah dikenali di pasaran karena warnanya hitam dan paling
luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan diberi kesempatan penuh terjadi
fermentasi (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua
kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang
akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan
proses pengeringan berubah menjadi hitam.
![]() |
| khasiat teh oolong |
Teh oolong
Umumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semi tropis.
Prosesnya sama seperti teh hitam, namun proses fermentasinya hanya
sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan berlangsung
setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa
senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam dan
teh hijau.
![]() |
| manfaat teh hijau |
Teh hijau (green tea)
Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami
proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan
panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw
leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga
masih mengandung tanin yang relatif tinggi.
![]() |
| manfaat Teh putih |
Teh putih (white tea)
Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil
dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama.
Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan
layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih.
Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh teh, baik sifat
fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki sejak masih berupa
pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik penanganan dan
pengolahan yang dilakukan.
Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar
yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:
Polifenol
Polifenol merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih
efektif dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Manfaatnya:
- Menurunkan kadar kolesterol
- Menurunkan tekanan dan kadar gula darah
- Membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu
- Memperlancar pencernaan
- Melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat
Kafein
Unsur kafein dalam teh jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi. Manfaatnya:
- Bersifat sebagai mild stimulant pada sistem saraf pusat sehingga memperlancar sirkulasi darah ke otak
- Dengan minum teh secara teratur akan menaikkan tingkat ingatan, cognitive performance, feeling of pleasant dan mood.
Essential oil
Teh juga mengandung protein yang dirasakan besar peranannya dalam pembentukan aroma. Manfaatnya:
- Melarutkan lemak
- Memperlancar pencernaan dan peredaran darah
Ada berbagai manfaat teh terhadap kesehatan, diantaranya:
- Menurunkan resiko penyakit kanker, Berbagai studi menunjukkkan konsumsi teh berperan dalam menurunkan resiko penyakit kanker. Senyawa polifenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. ECCG (epigallocatechin gallate) yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker. Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau sangat sedikit tingkat kematiannya akibat kanker. Studi di Iowa, Amerika Serikat terhadap 35 ribu wanita pasca-menopause, melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengkonsumsi minimal dua cangkir teh setiap harinya akan mengurangi resiko terhadap penyakit kanker kandung kemih (40%) dan kanker saluran pencernaan (68%) bila dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi teh. Teh dapat mencegah dan menyembuhkan gangguan pada ginjal karena mampu menetralisir radikal hidroksil yang menyebabkan gangguan metabolisme protein pada ginjal.
- Menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipid (lemak) darah dan tekanan darah. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar tekanan
Teh dicampur Madu sangat ampuh membunuh Bakteri
Tak banyak yang menyadari tradisi minum teh yang biasa dilakukan orang
Inggris jaman dulu memiliki efek baik bagi kesehatan. Riset terbaru yang
dirilis awal Maret memberikan solusi bahwa mencampur teh hijau dan madu
terbukti efektif menurunkan bakteri penyebab penyakit (patogen) dalam
daging yang kita konsumsi.
"Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan campuran teh melati dan madu
atau teh hijau dan madu memiliki aktifitas mikrobial yang tinggi," jelas
pemimpin riset Daniel Fung, profesor dari Kansas State University.
Studi dilakukan pada medium cair dengan menggunakan ekstrak teh dan madu
yang terbukti bisa mengurangi bakteri Listeria monocytogenes dan E.
coli O157:H7. Listeria adalah bakteri berbahaya yang ditemukan pada susu
mentah, es krim, keju lunak, dan daging ikan mentah/asap. Pada medium
cair, komponen jadi mudah berinteraksi dengan organisme.
Peneliti juga meneliti makanan padat, yang termasuk jenis medium yang
sulit untuk mencari reaksi komponen-komponen yang menghalangi
perkembangan bakteri patogen. Dalam riset tersebut, peneliti menggunakan
irisan tipis daging dada kalkun, yang diberi campuran teh melati dan
madu kental, hasilnya tingkat bakteri Listeria monocytogenes turun 10
sampai 20 persen, presentase yang sama juga ditemukan saat campuran teh
dan madu digunakan pada hot dog. Kadar pengurangan tertinggi ditemukan
pada hot dog yang mengandung sodium lactate, potassium lactate dan
sodium diacetate. "Dalam hot dog jenis itu campuran teh dan madu bisa
menekan pertumbuhan patogen, dibanding hot dog yang tak mengandung
komponen tersebut," papar Fung yang menambahkan bahwa hot dog masih
mengalami pengurangan patogen setelah 14 hari masa pecobaan.
Demi alasan kesehatan dianjurkan teh sebagai minuman yang wajib
dikonsumsi setiap hari, terlebih bagi mereka yang menyukai makan daging
dan sayuran mentah untuk selau menyertakan paduan teh dan madu saat
mengolah makanan yang akan disantap mentah. "Biasakanlah untuk
menggunakan teh dan madu saat mencuci daging mentah untuk membuang
komponen asing yang berbahaya bagi kesehatan. Dan akan lebih baik jika
Anda menggunakan bahan alami daripada menggunakan asam laktat," tambah
Fung, seperti dilansir dari Newswise.
Teh dapat mengobati Pikun
Penelitian terakhir mengungkap sisi ajaib lain dari teh
Bukan hanya baik sebagai antioksidan, teh ternyata memiliki fungsi lain yang ada hubungannya dengan otak.
Penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim dari Universitas Newcastle,
menemukan bahwa didalam teh hitam dan teh hijau terdapat zat yang
berpengaruh terhadap enzim kunci pada otak yang berhubungan dengan
memori.
Mereka berharap bahwa penemuan ini dapat mengarah pada perkembangan
penelitian terhadap penyakit pikun atau alzheimer. Mereka mengatakan
bahwa teh memiliki efek yang sama dengan obat yang dirancang khusus
untuk memerangi penyakit pikun.
Alzheimer sendiri bersangkutan dengan pengurangan kadar zat bernama
acetylcholine pada otak. Selama ini dinyatakan bahwa belum ada
pengobatan yang sempurna untuk penyakit pikun. Penyakit ini hanya bisa
diperlambat perkembangannya.
Obat-obat yang selama ini beredar dipasaran, seperti salah satunya
bernama donepezil, ternyata memiliki efek samping yang tidak
menyenangkan terhadap penderita. Karena itu, penemuan tentang kebaikan
teh ini diharapkan benar-benar bisa membawa perbedaan yang signifikan
bagi jutaan penderita alzheimer.
Temuan ini masih akan dimatangkan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi
yang jelas, mulailah untuk lebih banyak mengkonsumsi teh hijau atau teh
hitam dari sekarang, berhubung minuman ini mudah didapat, murah, tanpa
efek samping, lezat, dan berguna bagi kesehatan, terutama otak.
http://herbal-obat.blogspot.com
Bambu kuning sudah lama dikenal sebagai tanaman hias. Rebungnya juga digemari sebagai sayuran. Tetapi ada lagi manfaat yang tidak terduga, rebung bambu kuning bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit lever atau sakit liver.
Bambu kuning Bambusa vulgaris mempunyai keistimewaan lain dibanding jenis bambu pada umumnya, buluhnya kuning dengan rumpun yg sedikit jumlahnya. Karena warnanya yang kuning, bambu ini juga dikenal sebagai bambu gading. Penampilannya yang sangat menarik hingga banyak digunakan sebagai penghias taman.
Dengan buluh yang tumbuh lurus atau condong, bambu kuning yang sudah tua bisa mencapai 15 sampai 20 meter tingginya dengan garis tengah buluh sekitar 10 cm. Kalau tidak dirawat, dengan tinggi sedemikian; bambu kuning jadi kelihatan kurang menarik.
Manfaat lain bambu kuning adalah rebungnya yang enak dimakan. Rebung ini rasanya manis dan bisa disayur. Sayang sekali rasa rebung yang enak ini, jumlah rebungnya tidak sebanyak bambu biasa. Sebabnya, rebung bambu kuning tidak rajin keluar atau kurang produktif. Makanya rumpun bambu kuning tidak bisa rimbun seperti bambu biasa. Karena itu, para petani kurang tertarik menanam bambu kuning sebab dianggap tidak menguntungkan. Itu sebabnya rebung bambu kuning jarang terlihat di pasaran.
Kandungan dan Khasiatnya
Oleh nenek moyang kita, rebung bambu kuning biasa digunakan sebagai obat penyakit kuning / jaundice (Hepatitis A). Penggunaannya secara tradisional diwariskan turun temurun. Seperti diketahui penyakit kuning berhubungan dengan ketidakberesan fungsi hati, sehingga sering disebut sebagai “penyakit lever” atau “penyakit liver”.
Rebung bambu kuning mengandung para hidroksi bemsaldehid, yaitu suatu fenol yang mirip dengan sebagian gugusan silimarin dan kurkumin. Kedua gugusan ini berkhasiat sebagai anti racun hati. Senyawa silimarin telah lama dipasarkan sebagai obat liver atau obat lever atau sakit hati dengan merek dagang Legalon.
Menurut sebuah penelitian di Jerman, sari rebung bambu bisa memperbaiki kerusakan sel hati binatang percobaan, yang sebelumnya sengaja dirusak dengan racun hati. Pemakaian rebung secara tradisional, dilakukan seperti minum jamu ‘godokan’ (jamu rebus). Resep yang biasa digunakan, satu bagian (bisa satu gelas) irisan rebung bambu kuning yang sudah dikeringkan dicampur dengan 10 bagian air. Campuran direbus sampai mendidih. Seperempat jam setelah mendidih, pemanas dimatikan. Dalam keadaan masih panas, rebusan disaring dan didinginkan. Setelah dingin bisa lagsung diminum. Setiap minum, takarannya adalah sepertiga gelas; bisa diminum hingga tiga kali sehari. Karena rasanya agak asam, bisa ditambahkan gula. Kalau air rebusan sudah habis, ampas rebung bisa digunakan lagi (direbus lagi) sampai tiga kali. (Wahyono, Fakultas Biologi Farmasi UGM – TRUBUS)
















